Menanti Ciliwung dinormalisasi

28 Agustus 2013 Terbaru 17:11 WIB

Pemda DKI dan Pemerintah Pusat menargetkan proyek perbaikan dan pelebaran (normalisasi) Sungai Ciliwung yang dilakukan hingga akhir 2014 beranggaran Rp1,2 triliun.
Sungai Ciliwung
Sejak awal '90an, sudah banyak kalangan menilai kondisi Ciliwung 'sangat kritis' akibat pendangkalan, sampah, limbah dan pemukiman yang memakan bagian bantaran kali. Warga Kelurahan Kampung Melayu ini misalnya, dengan santai menyapu 'halaman belakang' dan langsung membuang kotoran ke Ciliwung. Foto oleh Dewi Safitri.
Sungai Ciliwung
Kegiatan sehari-hari seperti mencuci dan mandi, juga membuang hajat biasa dilakukan diatas sungai Ciliwung. Kondisi air yang tengah surut dan kini sudah sangat parah, memaksa sebagian warga menggunakan air tawar yang didapat dari PAM atau tukang air.
Sungai Ciliwung
Pinggir Ciliwung adalah rumah Ati, 47, selama bertahun-tahun. Ia mengasuh dua anak tanpa suami hanya dari berjualan serabi. Halaman belakang rumahnya di RT05 RW07 Kampung Melayu ini, tentu saja, adalah Kali Ciliwung.
Sungai Ciliwung
Ingin tidur siang dengan nyenyak tanpa gangguan? Pria ini melakukannya dalam sebuah gubuk bambu yang didirikan diatas Ciliwung, yang akan habis terendam jika banjir melanda. Banjir bahkan merendam kampung ini tepat pada hari Raya Idul Fitri lalu. Warga bantaran di Kampung Melayu sejauh ini menolak dipindahkan.
Sungai Ciliwung
Bagian bantaran kali lazim menjadi pusat kegiatan warga setempat: mulai dari tempat anak bermain, kumpul sambil duduk-duduk sampai kegiatan pribadi yang biasa dilakukan di kamar kecil.
Sungai Ciliwung
Penelitian sejumlah lembaga termasuk pusat studi di UI dan IPB menyebut air Ciliwung di Jakarta sudah lama tak layak pakai, untuk masak atau mencuci apalagi air minum, karena kandungan bakteri dan deterjen sangat tinggi.
Sungai Ciliwung
Besarnya asupan sampah dan limbah sejak hilir membuat pintu air kerap macet dan banjir. Dua alat berat ini bekerja sepanjang hari mengeruk sampah dari muka pintu Air Manggarai dan hasilnya, tumpukan sampah dari bekas lemari pendingin (tumpukan kotak coklat di sisi kiri) hingga batang-batang bulat kayu yang hanyut.
Sungai Ciliwung
Ciliwung yang sedang surut nampak hanya sedikit menyimpan genangan, tetapi di beberapa titik peran perahu penyeberang (getek) tetap vital untuk membantu warga melintas sungai lebih cepat dengan imbalan Rp1.000 per kepala.
Sungai Ciliwung
Ciliwung juga menyediakan hiburan yang menenangkan bagi Indra, 25, yang rutin memancing di pinggir jembatan kawasan Jalan Tambak, Manggarai. Biar pun kotor dan pekat berlimbah, menurutnya sungai legendaris ini masih menyimpan populasi ikan cukup banyak yang 'mengerikan dikonsumsi' tapi tetap menantang untuk dipancing.
Sungai Ciliwung
Jika tak ada aral melintang, proyek menormalisasi Ciliwung akan menyulap kali besar ini menjadi sungai berlebar antara 35-45 meter, dengan beton di dua pinggirnya ditambah taman dan jalur perawatan. Proyek sudah diawali di titik jembatan Taman Amir Hamzah, Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.
Sungai Ciliwung
Meski kritis, Ciliwung sebenarnya cukup beruntung dengan dukungan kepedulian berbagai kalangan yang membentuk berbagai lapis komunitas sepanjang alirannya. Di Bogor, Kelompok Peduli Ciliwung membukukan rekor MURI dengan peserta pencari sampah Ciliwung terbanyak melalui Lomba Mulung Ciliwung Juni lalu yang diikuti 2.458 warga Bogor yang mengumpulkan 2.678 karung berisi sampah organik.
Sungai Ciliwung
Pemda DKI berharap dalam tempo kurang dari dua tahun laju banjir sudah bisa dikurangi hingga 60% dan wajah aliran Ciliwung jadi lebih cantik dari gambarannya saat ini.